Sabtu, 08 September 2012

APERTURE pada kamera


Aperture adalah besarnya bukaan dari lubang diafragma pada lensa kamera. Lubang diafragma inilah yang mengatur jumlah banyaknya cahaya yang akan masuk ke dalam kamera. Secara awam, aperture seperti pupil pada bola mata yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata.
Secara bentuk fisik, aperture lensa tersusun dari beberapa lempeng besi tipis. Besi tipis ini biasanya disebut dengan ‘blade’. Susunan besi tipis ini membentuk sebuah lubang yang dapat diatur besar kecilnya.
Aperture atau Lubang Diafragma Pada Lensa
Besaran aperture digambarkan dengan angka yang disebut f number atau f stop. Contoh besaran f stop adalah f/1,8 atau f/16. Besaran f stop tentu saja berbeda pada setiap kamera digital atau lensa kamera. Namun secara umum besaran f stop ini dapat dirubah sesuai keinginan kita. Tentu saja tergantung dengan kondisi pencahayaan pada objek yang akan difoto.
Aperture juga berpengaruh pada ruang tajam sebuah foto. Aperture yang sempit akan membuat ruang tajam lebih luas daripada aperture yang lebar. Hal ini akan coba saya tulis di lain kesempatan.
Penggunaan Aperture dan Perbedaan DoF (Ruang Tajam)
Hal yang menjadi perhatian bagi saya ketika mempelajari aperture (dan masih belajar hingga sekarang), penulisan f stop adalah berbanding terbalik dengan aperture. Aperture besar digambarkan dengan f stop yang kecil, sedangkan aperture sempit digambarkan dengan f stop besar. Misal kita akan mengambil gambar pemandangan dan membutuhkan aperture sempit, maka f yang digunakan adalah f/11 atau f/16.
Secara prinsip, pengaturan aperture sangat bergantung dengan keadaan cahaya. Jika cahaya terang benderang, maka kita membutuhkan aperture yang sempit (f number yang besar). Namun jika keadaan agak redup dan kurang cahaya, maka aperture lebar yang dibutuhkan.
Tetapi hal tersebut tidaklah mutlak. Untuk menciptakan sebuah foto dengan pencahayaan yang tepat, atau perfect exposure, maka kita harus memperhatikan aspek lainnya. Dan hal itu adalah ISO, dan shutter speed/kecepatan rana.

Jenis-Jenis Lensa pada Kamera DSLR


Bagi semua kamera, lensa merupakan penentu kualitas foto yang akan kita dapatkan.Maka merupakan hal yang wajar jika lensa di predikatkan sebagai mata dari sebuah kamera. Dan hal itu juga yang membuat lensa dikatakan memiliki pengaruh dominan untuk mendapatkan gambar yang bagus di banding sistem kamera yang kita gunakan.

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis lensa pada kamera DSLR, ada baiknya teman-teman mengetahui bahwa mekanisme lensa di kamera DSLR ada dua yaitu lensa zoom & lensa fixed prime, untuk lebih jelasnya teman-teman bisa membaca postingan saya sebelumnya tentang perbedaan lensa Zoom & lensa Fixed (Prime). Selain itu untuk lebih jelas lagi, kita juga harus mengetahui bagian-bagian atau anatomi lensa tersebut, saya rekomendasikan untuk membaca postingan Bagian-bagian Lensa pada kamera DSLR.
Disini saya akan membahas lensa berdasarkan jarak fokus, lensa khusus, mekanisme lensa & Penyedia lensanya.
OK, here it is, lets show all…!

Berdasarkan Mekanisme Fokusnya

dibagi menjadi 2, yaitu lensa zoom & lensa fix (lensa prime)
Lensa Zoom adalah lensa adalah lensa yang memiliki rentang jarak focus (focal length). Misalnya lensa kit 18-55mm, itu artinya lensa tersebut mampu menangkap objek lebar sebesar 18mm hingga telephoto mini sebesar 55mm. Lensa Zoom biasanya memiliki 2 bagian ring, satu untuk zoom & satu lagi untuk mencari fokus.
Namun sayangnya untuk lensa jenis ini memiliki bukaan/ aperture-nya tida bisa semaksimum lensa fix (prime). Selain itu aperture maksimum pada jenis lensa ini tidak semuanya sama bisa digunakan pada jarak fokus tertentu (zoom). Namun fasilitas zoom yang disediakan tentu membantu kita saat proses pengambilan gambar.
contoh lensa zoom :  AF-S DX Zoom-Nikkor 18-55mm f/3.5-5.6G ED II
http://cdn-4.nikon-cdn.com/en_INC/IMG/Assets/Camera-Lenses/2010/2170_AF-S-DX-Zoom-NIKKOR-18-55mm-f-3.5-5.6G-ED-II/Views/353_2170-AFS_DX_18-55II_Gray.png
Sedangkan Lensa Fix atau biasa disebut Lensa Prime adalah kebalikan dari lensa Zoom. Lensa Fix adalah lensa yang tidak memiliki rentang jarak fokus, lebih singkatnya lensa jenis ini adalah lensa tanpa fasilitas zoom. Jarak fokusnya hanya tertuju satu arah, maka dari itu lensa ini hanya memiliki satu ring fokus di bagian bodynya. Jadi kita harus berpindah-pindah untuk mendapatkan angle dari objek yang kita foto.
http://cdn-4.nikon-cdn.com/en_INC/o/1lscfwoeqib1ct2embFJCGz2arM/Views/353_2200_40mm_front.png
Namun yang menjadi kelebihan lensa ini karena tidak memiliki fasilitas zoom adalah bukaan aperturenya lebih besar dari lensa zoom. Hal ini juga membuat harganya sedikit lebih murah. Namun jangan takut kualitasnya jelek, karena lensa jenis ini sangat cocok untuk mencari DOF & bokeh dengan bukaannya yang besar. Bodynya pun lebih kecil jika dibadingkan dengan lensa zoom.
Namun meski memiliki satu jarak fokus saja, ada berbagai macam jenis lensa fix berdasarkan jarak fokusnya yang sudah disesuaikan. Mulai dari lensa fix dengan jangkauan 18mm, hingga ada lensa fix buatan Nikkor yang mampu menangkap objek dengan jarak fokus 600mm.
contoh lensa fix :  AF-S DX Micro-NIKKOR
40mm f/2.8G


Berdasarkan jarak fokusnya:

  1. Lensa Standar

http://cdn-4.nikon-cdn.com/en_INC/IMG/Assets/Camera-Lenses/2010/2176-AF-S-DX-Nikkor-18-55mm-f-3.5-5.6G-VR/Views/2176_18-55DX_VR2_side.png?targetMedia=/en_INC/IMG/Assets/Camera-Lenses/2010/2176-AF-S-DX-Nikkor-18-55mm-f-3.5-5.6G-VR/Views/353_2176_18-55DX_VR2_side.png
Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S
Lensa standar merupakan jenis lensa yang paling banyak digunakan kalangan fotografer. Terlebih biasanya dalam paket penjualan SLR juga disematkan lensa kit, yang merupakan lensa standar.Pada DSLR bersensor fullframe mumnya lensa ini berukuran 55mm.
Area pandang yang dihasilkan paling menyerupai pandangan mata kita. Selain itu prespektif yang ditawarkan di jenis lensa ini juga tidak terdistorsi.
Jenis lensa ini cocok digunakan untuk jarak pandang sedang. Misalnya seperti foto jurnalisme, foto acara, foto olahraga in door & foto jalanan. Bahkan fotografer terkenal Henri Cartier Bresson, master fotografer jurnalis & street photography juga suka menggunakan lensa ini.
Contoh panjang fokus lensa standar (diambil dari 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S )
Contoh lensa standar :
-         Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S
-         Canon 17-55f/2.8 IS USM EFS
-         Tamron 17-50mm f/2.8 XR Di II VC SP AF
Contoh hasil jepretan kamera standar (diambil dari 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S)

  1. Lensa Wide Angle

Lensa ini merupakan lensa sudut pandang lebar. Lensa jenis ini mempunyai jarak fokus yang lebih pendek dari lensa standar, antara 24-40mm. Lensa kit yang disajikan dalam paketan DSLR biasanya berukuran  18-55mm juga bisa disebut sebagai lensa wide angle. Lensa jenis ini akan memiliki efek distorsi dapat memperburuk citra gambar jika kita tidak tahu setingan yang pas.
Lensa ini sangat cocok digunakan untuk mengambil gambar panorama alam.
Contoh panjang fokus lensa sudut lebar ( Olympus Zuiko Digital ED 9-18mm ):
Contoh lensa sudut lebar :
-         Nikon 14-24mm f/2.8G ED (1.7x) AFS
-         Olympus Zuiko Digital ED 9-18mm 1:4-5.6
-         Canon 10-22mm f/3.5-4.5 USM EFS
-         Sony 11-18mm f/4.5-5.6DT
-         Sigma 12-24mm f4-5,6 EX DG
Contoh foto menggunakan lensa sudut lebar (Olympus Zuiko Digital ED 9-18mm 1:4-5.6)
  1. Lensa Telephoto

Lensa telephoto adalah lensa yang jarak fokusnya 60mm atau lebih. Lensa telephoto digunakan untuk mendapatkan & memperbesar objek yang ada di kejauhan. Lensa telephoto juga mempunyai jenis lensa zoom & lensa fixed.
http://a.img-dpreview.com/lensreviews/canon_70-200_2p8_is_usm_c16/Images/frontpage.jpg
Akhir-akhir ini juga banyak dikembagkan lensa telephoto bisa fokus ke objek yang jaraknya dekat (makro). Lensa telephoto dikatakan menjadi lensa super telephoto apabila jarak fokusnya sangat besar, lebih dari 200mm.
Jenis lensa ini umumnya berukuran sangat besar, jadi kita butuh tambahan tongkat monopod untuk menopang lensa ini supaya nyaman saat kita guakan. Lensa jenis ini cocok untuk digunakan dalam fotografi satwa liar, bidang olahraga outdoor & objek foto yang jaraknya jauh dari kita.
Contoh lensa telephoto :
-         Nikon 80-400mm f/4.5-5.6D ED VR AF
-         Canon EF 70-200mm 1:2.8 L IS USM
-         Canon 65-300 f/4-5.6 III USM
-         Sony 70-400mm f/4-5.6G
-         Tokina AT-X 300 AF PRO 300mmf/2.8
-         Canon EF 85mm f/1.8 (lensa telephoto fixed)
Contoh panjang fokus lensa telephoto (Canon EF 70-200mm F2.8 L IS USM )

Lensa Khusus

Lensa khusus adalah lensa yang dibuat untuk mengambil gambar dengan efek-efek fotografi tertentu tanpa perlu rekayasa digital. Banyak sumber informasi yang tidak mengelompokan lensa khusus & lensa berdasarkan jarak fokusnya, namun disini saya pisahkan supaya lebih mudah dipahami.

   -Lensa Mikro

http://blog.warehouseexpress.com/wp-content/uploads/2009/09/canon-ef-100mm-f28l-is-macro-lens.jpgLensa jenis ini banyak digunakan untuk memotret objek yang berukuran kecil. Lensa Mikro adalah lensa yang pada umumnya memiliki hasil jepretan 1:1. Misalkan teman-teman memotret jarum berukuran 4cm, maka jika di potret ukuran jarum yang tertangkap pada sensor tetaplah 4cm.
Lensa ini memiliki sifat fokus yang sangat fokus & akurat. Harga lensa ini juga terbilang mahal, biasanya diatas Rp 5jt. Namun sebenarnya ada cara lain untuk menyulap lensa standar anda menjadi lensa makro untuk menghemat budget yang teman-teman miliki.
Mungkin teman-teman bingung untuk menyebut nama lensa ini. Lensa mikro atau lensa makro ? Sebenarnya itu sama saja, hanya masalah hegemoni  kekuatan Nikon vs Canon saja, Nikon menyebutnya lensa mikro sedangkan Canon & Pentax sebaliknya, mereka menyebutnya lensa Makro.
Contoh lensa makro :
- Canon EF 100mm F2.8 L IS USM Macro
Nikon Micro-Nikkor Macro lens – 105 mm – F/2.8 – Nikon F
Contoh jepretan lensa Makro :

  -Lensa Prespective Corection

Canon TS-E 17mm f/4 L Tilt-Shift Lens Comparison
Sesuai namanya lensa ini dgunakan untuk mengoreksi sebuahgaris prespektif yang terdistorsi akbiat fotografer mengambil gambar terlalu dekat dari objek. Biasanya digunakan untuk kalangan fotografer arsistektur. Canon sendiri menyebut lensa ini dengan lensa Tilt Shift Lense.
Contoh lensa PC :
- Canon TS-E 17mm f/4 L Tilt-Shift Lens
- Nikon PC-E Nikkor 24mm f/3.5D ED
Canon TS-E 17mm f/4 L Tilt-Shift Lens - New York City, New York, USA

-Lensa Fish Eye

Canon EF 8-15mm f/4 L USM Fisheye Lens Review
Canon EF 8-15mm f/4 L USM Fisheye Lens Review
Kalau tadi lensa prespektif digunakan untuk mengoreksi prespektif suatu objek karena adanya distorsi, maka lensa fish eye adalah sebaliknya. Lensa ini termasuk ke dalam lensa sudut lebar, namun memiliki distorsi yang tinggi. Hasil yang didapat menggunakan lensa ini akan berbentuk lengkungan, seperti cembung pada mata ikan.
Contoh lensa fish eye :
- canon ef 8-15mm f/4l fisheye usm
- Nikon AF DX Fisheye-Nikkor 10.5mm f/2.8G ED
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/249533_10150198076143644_17382788643_7200836_7496511_n.jpg

Sabtu, 04 Agustus 2012

LIDAH BUAYA


Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.
Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri.
Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.
Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan lajusintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta,[1] sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.
Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini lidah buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.
Aloe vera/lidah buaya mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, saponin yang berfungsi sebagai anti mikroba dan 20 dari 22 jenis asam amino. Dalam penggunaannya untuk perawatan kulit, Aloe vera dapat menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Dengan beragam manfaat yang terkandung dalam lidah buaya, pemanfaatannya kurang optimal oleh masyarakat yang hanya memanfaatkannya sebagai penyubur rambut.
 MANFAAT: 
§  Merawat Kulit : tumbuhan ini bisa digunakan untuk merawat kulit agar tetap terjaga kelembapannya dan hampir 75% produk kosmetik saat ini mengandung intisari dari gel lidah buaya (aleo vera).
§  Penyubur rambut: ini dia yang sangat legendaris dari khasiat lidah buaya ini karena bisa digunakan sebagai penyubur rambut. Caranya sangat mudah untuk merawat rambut yang bisa dilakukan yaitu ambil 1 pelah darun lidah buaya dan kemudiankupas kulitnya sampai bersih. Setelah itu rendam dalam air selama 20 menit saja dan gosokkan pada kulit kepala (lakukan malam hari sebelum tidur) setelah itu keesokan hari bisa silahkan keramas dan lakukan ini selama 2 bulan untuk hasil yang maksimal.
§  Menghilankan Bekas luka : Seperti yang telah saya tulis sebelumnya yaitu tanaman ini bisa digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat yang bisa sobat laukan atau praktekkan sendiri. Silahkan dibaca “cara menghilangkan bekas jerawat” untuk melihat cara penggunaannya secara benar dan tepat sasaran.
§  Menghilangkan Jerawat : Selain dapat menghilangkan bekas luka juga dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat. Bagi sobat yang ingin jerawatnya hilang langsung saya baca cara mengunakan lidah buaya sebagai “cara menghilangkan jerawat“.
§   Luka bakar : Jika sobat terkena luka bakar langsung saja ambil daun lidah buaya dan kemudian kupas kulitnya kemudian bersihkan dengan air. Setelah itu remas sampai hancur dan gunakan untuk mengolesi kulit yang terbakar.

KLASIFIKASI:

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Ordo : Asparagales

Famili : Asphodelaceae

Genus : Aloe

Spesies : Aloe vera L.


Selasa, 31 Juli 2012

cara membuat shortcut shutdown di dekstop

1. Pada tampilan Desktop komputer anda, Klikkkersss kanan di halaman kanan dan pilih New-shortcut
2. akan muncul sebuah windows dengan nama “Create Shortcut” dan ada sebuah box pengisian disana. Ketik shutdown -f -s -t 00
3. Tuliskan nama tombol Shutdown anda. Bisa ditulis dengan = Matikan Coy, Komputer Mati, Mati Kau, atau terserah deh….Pake nama saya juga boleh, jadi jika anda mematikan komputer maka akan selalu ingat saya. Cossierandi.com. Jangan lupa pilih tombol Finish sesudahnya ya..
4. Secara sekejap maka tombol Shurtcut anda akan selesai dibuat.

UBUR-UBUR IRUKANDJI


Box Jellyfish / Stinger / Sea Wasp / Fire Medusa / Indringa (Ubur-ubur kotak)
Species –Chironex Fleckeri
Ubur-ubur kotak berbentuk transparan biru muda, lonceng atau kubus dengan 4 sisi. Kecepatannya hingga 4 knot.
Panjang tiap sisi 20cm (1-3 feet), diameter badan 2-40 cm (1-16 inch) namun ada yang hingga 2m (6.5 feet). Dengan 15 tentakel di tiap sudut, dengan panjang hingga 3m, hingga 5000 nematocyst (sel sengat). Seperti cnidarian lainnya, ubur-ubur memiliki sel-sel sengat (cnidocyte) yang berisi nematocyst di tentakel. Suatu kapsul (nematocyst) dalam alat bisa (cnidoblast) terdiri dari struktur pemicu dan penyengat. Saat korban bersentuhan dengan tentakel, ratusan hingga ribuan nematocyst dikeluarkan. Tekanan nematocyst memaksa sengatan menyebar cepat, toksin yang melumpuhkan.
Bisa (venomous)
Tak ada peluang selamat dari sengatan bisa kecuali cepat ditangani. Rasa sangat sakit hingga anaphylactic shock dan tenggelam sebelum mencapai pantai meskipun belum semua bisa bekerja. Orang yang disengat harus dirawat seperti korban gigitan ular dan segera dibawa ke rumah sakit setelah pertolongan pertama. Sengatan sangat beracun yang dapat menyebabkan kematian. Predator sangat beracun.
Dikenal juga sebagai penyengat laut, ubur-ubur seukuran mangkuk salad ini dapat memiliki 60 tentakel sepanjang 15 kaki, dan tiap-tiap tentakel dapat memiliki 5000 sel sengat di epidermis, dan memiliki cukup racun untuk membunuh 60 manusia. Jadi total 3600 orang bisa mati oleh seekor ubur-ubur. 
Toksin berupa dosis mematikan LD50 (Lethal Dose), berupa bisa 40 microgram/kg. Bahkan sengatan biasa dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit dengan angka kematian 20% terjadi gagal napas, lumpuh neuromuscular, dan gagal cardiovascular. Gejalanya rasa terbakar, kulit memerah, dan bengkak kelenjar limpa. Reaksinya sulit bernafas bahkan gagal jantung. 
Parahnya sengatan tergantung spesies ubur-ubur, ukuran ubur-ubur, daya penetrasi nematocyst, kedalaman ke arah kulit korban, sensitifitas korban pada bisa, dan jumlah tentakel yang menempel. Mungkin hanya 6 – 7 meter setelah sengatan dapat berakibat kematian. Anak-anak mungkin meninggal meski lebih sedikit kontak
Jangan sentuh meskipun ubur-ubur sudah di pantai dan mati, terutama tentakelnya. Toksin dari nematocyst masih berpotensi untuk waktu yang lama. Pertolongan pertama untuk meminimalkan jumlah pelepasan nematocyst ke dalam kulit dan mengurangi efek bahaya bisa. Selama tentakel masih di kulit maka akan terus melepaskan bisa. Jangan gosok / garuk daerah sengatan karena semakin digosok / digaruk maka semakin banyak nematocyst mengeluarkan bisa ke dalam kulit. Ubur-ubur kotak yang sangat besar dapat memiliki total panjang tentakel lebih dari 60 meter sehingga jika penolong tidak hati-hati maka dapat terjerat dan mengalami musibah yang sama.
Kematian
Januari Awal 2002, turis Inggris 58 tahun, Richard Jordon, disengat saat berenang di dekat pulau Hamilton, pesisir Queensland, tekanan darah meninggi menyebabkan perdarahan otak sehingga meninggal beberapa hari kemudian.
April 2002, turis Amerika, 44 tahun, Rober King, meninggal setelah ditempel ubur-ubur Irukandji di Port Douglas, Queensland.
1883 – 2005, ubur-ubur kotak menyebabkan sedikitnya 70 kematian.
Ubur-ubur Irukandji, Carukua barnesi mematikan.
Australia
Khusus di pantai timur hingga 10.000 kejadian sengatan tiap musim panas oleh “bluebottle” (Physalia spp.), “hair jellyfish” (Cyanea), dan “blubber” (Catostylus). Lebih banyak kejadian sengatan oleh “bluebottle” di Australia Selatan dan Barat, juga ubur-ubur kotak 1 tentakel, “jimble” (Carybdea rastoni). Chirodropid Chironex fleckeri adalah ubur-ubur paling mematikan di dunia dan menyebebkan sedikitnya 63 kematian di perairan Queensland dan Northern Territory sejak 1884.
Wilayah Indo-Pasifik
Keberadaan chirodropid di barat pulau Maldive, timur Filipina, utara pulau Amani, Jepang, selatan Australia, Brunei, Sarawak, Sabah, Papua New Guinea, kepulauan Malaysia, teluk Thailand, Jawa, dan selatan India. Perairan Indo-Pasifik adalah paling berbisa.
Laporan kematian diterima dari Penang (Malaysia), Filipina, pulau Bougainville, pulau Solomon, utara pulau Kalimantan (Sarawak, Brunei, Sabah), dan Papua New Guinea (pulau d’Entrecasteaux).
Rumah sakit Labuan District Hospital (Malaysia) melaporkan 2-3 kematian tiap tahun, 1-2 korban selamat tetapi memerlukan perawatan intensif dan biasanya pingsan selama 12-24 jam.
Amerika
Chirodropids di pantai timur Amerika dan perairan kepulauan Karibia. Sengatan terjadi di pantai Puerto Rico (1992). Di tahun 1990, anak laki-laki 4 tahun di pulau Galveston, teluk Meksiko disengat lalu meninggal dalam 20 menit. Tiga laporan fatal karena bisa beracun Physalia physalis di Florida dan Carolina utara, ada juga dari Atlantik.
Cina
Ubur-ubur besar berdiamter hingga 1m Stomolophus nomurai (Mingliang, Research Assistant, Qingdao Hospital, 1991) di laut Kuning antara Cina dan Korea Selatan, 8 meninggal. Korban meninggal karena udema paru-paru akut 2-24 jam setelah terkena bisa. 
India Selatan dan Sri Lanka
Minimal 2 korban di wilayah India. Dua kejadian fatal di timur samudra India, pulau Langkawi (resort turis di Kedah), utara Malaysia.
Untuk sedikit lebih jelas tentang ubur-ubur, silahkan klik Ubur-ubur.

Kamis, 19 Juli 2012

DEFENISI GEOGRAFI MENURUT PARA AHLI

1. Erastothenes (abad ke-1)
geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi. 

2. Claudius Ptolomaeus (abad ke-2)
Geografi adalah suatu penyajian dengan peta dan sebagian pemukaan bumi yang menunjukkan kenampakan umum yang terdapat padanya

3. Preston e James
Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.

4. Lobeck (1939)
Gegografi adalah suatu studi tentang hubungan-hubungan yang ada antara kehidupan dengan lingkungan fisiknya.

5. Frank Debenham (1950)
Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.

6. Ullman (1954)
Geografi adalah interaksi antar ruang

7. Maurice Le Lannou (1959)
Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi.

8. James Fairgrive (1966)
Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.

9. Strabo (1970)
Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemuadian di sebut Konsep Natural Atrribut of Place. 

10. Paul Claval (1976)
Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan.

11. Harstone
Geografi adalah sebuah ilmu yang menampilkan relitas deferensiasi muka bumi seperti apa adanya,tidak hanya dalam arti perbedaan – perbedaan dalam hal tertentu, tetapi juga dalam arti kombinasi keseluruhan fenomena di setiap tempat, yang berbeda dari keadaanya di tempat lain.

12. John Alexander
Geografi merupakan disiplin ilmu yang menganalisis variasi keruangan dalam veriabel kawasan-kawsandan hubungan antar variabel-variabel keruangan.

13. Ferdinand von Richthoven
Geografi adalah ilmu yang mempelajari gejala dan sifat pemukaan bumi dan penduduknya, disusun menurut letaknya, menerangkan baik tentang terdapatnya gejala-gejala dan sifat-sifat itu.

KONSEP POKOK GEOGRAFI


1.Konsep Lokasi
Konsep Lokasi dalam geografi, menganalisis aspek positif dan aspek negatif suatu tempat yang ada di permukaan bumi.
Konsep lokasi biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan “Where” (dimana) lokasi suatu tempat.
Konsep lokasi dalam geografi dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :
1)Lokasi Absolut, yaitu lokasi suatu wilayah yang didasarkan pada garis lintang dan garis bujur.
Contoh : Secara Astronomis lokasi negara Indonesia terletak antara 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT.
2)Lokasi Relatif, yaitu suatu lokasi wilayah di permukaan bumi yang sifatnya dapat berubah-ubah, karena dipengaruhi oleh daerah-daerah yang ada di sekitarnya.
Contoh : Tanah yang ada di lokasi daerah perkotaan biasanya mempunyai harga lebih mahal, daripada di desa.
2.Konsep Jarak
Jarak merupakan pembatas yang mempunyai sifat alamiah
Jarak mempunyai kaitan dengan lokasi dan upaya dalam pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan manusia.
Contoh :
1)Tanah yang jaraknya jauh dari jalan raya, harganya lebih murah.
2)Jarak tempuh untuk menyangkut bahan baku ke pabrik, mempengaruhi besar biaya angkut.
3)Rumah yang jaraknya dekat dengan pusat kota, harganya lebih mahal, dan seterusnya.
3.Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan mempunyai kaitaan dengan kondisi yang ada di permukaan bumi ini. Misalnya, suatu daerah tradisonal karena kondisi permukaan buminya menyebabkan suatu daerah tersebut sulit untuk dijangkau.
Keterjangkauan pada umumnya, tergantung pada kondisi permukaan buminya suatu daerah tersebut.
Dan pada umumnya pula, keterjangkauan tersebut akan berubah perlahan sejalan dengan berkembangnya perkembangan ilmu-ilmu, seperti Ilmu Ekonomi, Ilmu Komunikasi, Teknologi (IPTEK), dan Transportasi.
Contoh :
1)Desa yang dikelilingi rawa-rawa dan hutan-hutan, biasanya sulit untuk dijangkau daripada desa yang terletak di tepian pantai-pantai.
2)Suatu penduduk yang tinggal hidup di dalam hutan-hutan belantara yang besar, akan sulit untuk dijangkau.
3)Kota-kota yang berada pada dataran tanah (bumi) yang strategis akan mudah sekali untuk dijangkau.
4.Konsep Pola
Pola mempunyai kaitan dengan ketergantungan pada bentuk-bentuk fenomena geografi yang telah ada di bumi (permukaan bumi).
Di dalam mempelajari ilmu Geografi, terdapat mempelejari pola-pola bentuk dan pola-pola persebaran fenomena geografi.
Contohnya :
1)Pola persebaran pemukiman di daerah pegunungan telah didominasi oleh pola yang menyebar (memencar).
2)Pola sungai-sungai yang ada pada daerah lipatan-lipatan pada umumnya berpola trellis.
3)Pola persebaran penduduk di daerah perkotaan di dominasi oleh pola mengumpul (menyatu).
5.Konsep Morfologi
Konsep morfologi mempunyai kaitan dengan bantuk muka (permukaan) bumi, sebagai hasil dari adanya tenaga-tenaga endogen dan eksogen.
Contohnya :
1)Dataran rendah sepanjang pantai utara Jawa telah didominasi oleh perkebunan-perkebunan tebu.
2)Dataran tinggi di daerah puncak Bogor, lahannya banyak telah dimanfaatkan untuk perkebunan teh.
3)Dataran sedang di provinsi-provinsi Jawa, banyak digunakan sebagai kota-kota besar.
6.Konsep Anglomerasi
Anglomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang mempunyai sifat mengelompok pada suatu wilayah tertentu, yang relatif sempit, tetapi juga yang paling menguntungkan.
Contoh :
1)Di pulau Kalimantan, penduduknya umumnya mengelompok-ngelompok sepanjang aliran sungai.
2)Di pulau Irian Jaya, penduduknya umumnya mengelompok-ngelompok di daerah perhutanan.
3)Di pulau Jawa, penduduknya umumnya mengelompok-ngelompok di daerah pusat-pusat kota (perkotaan)
7.Konsep Nilai Kegunaan
Nilai Kegunaan merupakan fenomena geografi atau sumber daya yang ada di permukaan bumi ini yang mempunyai sifat relatif antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lainnya.
Contoh :
1)Hutan memiliki nilai kegunaan bagi pecinta alam, dibandingkan pelajar.
2)Laut memiliki nilai kegunaan bagi para nelayan, dibandingkan dengan petani.
3)Pegunungan memiliki nilai kegunaan bagi para petani, dibandingkan nelayan.
8.Konsep Interaksi
Interaksi merupakan hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala-gejala, kenapakan, dan permasalahan baru.
Dalam Konsep Interaksi ini, gejala-gejala yang satu dengan gejala-gejala yang lainnya, saling tergantung satu sama lain.
Contoh :Interaksi kota-desa terjadi, karena adanya perbedaan potensi alam. Misalnya, desa menghasilkan bahan baku, sedangkan kota menghasilkan barang industri. Karena kedua wilayah saling membutuhkan, maka terjadilah interaksi.
9.Konsep Diferensiasi Area Diferensiasi Area berkaitan dengan perbedaan corak antar wilayah di permukaan bumi.
Konsep Diferensiasi Area ini, digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala geografi antara wilayah yang satu dengan yang lain di permukaan bumi.
Contoh :Jenis tanaman yang di budidayakan, antara dataran tinggi akan berbeda dengan jenis tanaman di dataran rendah. Contoh yang rinci, terdapat pada klasifikasi iklim Junghuhn, yaitu :
a)Zona dengan ketinggian 0 – 700 m, jenis tanaman yang dibudidayakan yaitu tebu, kelapa, jagung, dan padi.
b)Zona ketinggian 700 –1.500 m, jenis tanaman yang dibudidayakan yaitu, teh, kopi, ckolat, tembakau, dan kina.
c)Zona dengan ketinggian 1.500 – 2.500 m, jenis tanaman yang dibudidayakan, yaitu pinus, dan cemara.
d)Zona dengan ketinggian lebih dari 2.500 m, jenis tanaman didominasi oleh lumut.
Selain itu, Konsep Diferensiasi Area dapat juga digunakan untuk melihat jenis mata pencaharian penduduk, misalnya penduduk yang tinggal di daerah pantai dominan bermata pencaharian nelayan, berbeda dengan penduduk yang tinggal di dataran rendah cenderang bermata pencaharian sebagai petani.
10.Konsep Keterkaitan Ruang Keterkaitan ruang menunjukkan derajat keterkaitan persebaran antara fenomena yang satu dengan yang lain, baik yang menyangkut fenomena fisik maupun non-fisik.
Contoh : Wilayah pedesaan dengan perkotaan. Misalnya, penduduk kota memerlukan bahan pangan dari desa, sebaliknya penduduk desa perlu memasarkan hasil alamnya ke kota.